Pelacakan Aset dengan BLE: Panduan Perangkat Keras | Blog | GPS-Trace

Pelacakan Aset dengan BLE: Panduan Perangkat Keras

2.6.2026 | Tatsiana Kuushynava

Pelacakan aset dengan sensor, tag, dan beacon semakin populer, dan minat terhadap teknologi ini terus meningkat. Secara alami, jumlah pertanyaan terkait implementasinya juga ikut bertambah.

Sejak peluncuran solusi GPS-Trace Tags, tim kami menerima semakin banyak pertanyaan terkait pelacakan aset. Solusi ini memungkinkan mengubah data yang diterima dari Gerbang menjadi aset terpisah yang dapat dilacak tanpa perlu memasang perangkat keras GPS khusus pada setiap barang.

Artikel ini menjelaskan peralatan apa saja yang diperlukan untuk pelacakan aset dengan platform GPS-Trace, membandingkan pendekatan deployment yang tersedia, serta menyoroti faktor-faktor kunci yang perlu dipertimbangkan saat memilih perangkat keras untuk proyek tertentu.

Artikel ini terutama berfokus pada deployment Gerbang BLE mobile dengan Tags dan juga menjelaskan bagaimana pendekatan ini berbeda dari solusi pelacakan aset berbasis Mesh.

Prinsip Kerja Umum

Untuk pelacakan aset dengan Tags, ada dua pendekatan utama yang dapat digunakan:

  1. Teknologi mobile
  2. Teknologi Mesh

1. Teknologi mobile

Dalam pendekatan ini, pelacak GPS berperan sebagai Gerbang BLE mobile yang mengumpulkan data dari perangkat BLE di sekitarnya dan mengirimkannya ke platform GPS-Trace bersama koordinat GPS miliknya sendiri.

Perangkat BLE (sensor, tag, dan beacon) dipasang pada aset yang perlu dilacak. Pelacak GPS terus memindai sinyal BLE di sekitar dan meneruskan datanya ke platform.

BLE (Bluetooth Low Energy) adalah teknologi nirkabel untuk transmisi data jarak dekat antarperangkat seperti beacon, tag, sensor, dan Gerbang.

Pelacaknya sendiri dapat:

  • Dipasang di kendaraan
  • Dibawa oleh seseorang
  • Ditempelkan pada aset bergerak
  • Dideploy di lokasi tetap (jika mobilitas tidak diperlukan tetapi penentuan posisi GPS dibutuhkan)

Apa yang Bisa Dilacak:

  • Lokasi aset yang dilengkapi BLE – ditentukan berdasarkan posisi pelacak GPS
  • Data telemetri dari sensor BLE (suhu, kelembapan, pergerakan, dll.)
  • Pelacak GPS itu sendiri – ditampilkan sebagai aset terpisah di aplikasi Tags

Alur Data: perangkat BLE → pelacak GPS → platform GPS-Trace

Alur data aset BLE, Gerbang, dan platform GPS-Trace

2. Teknologi Mesh

Dalam pendekatan ini, dideploy infrastruktur stasioner berbasis Wirepas Mesh yang terdiri dari Anchor dan Gerbang yang meneruskan data di seluruh jaringan dari tag, beacon, dan sensor yang terpasang pada aset yang dilacak.

Wirepas Mesh adalah teknologi jaringan Mesh di mana perangkat membentuk jaringan secara mandiri dan mengirimkan data melalui perangkat lain tanpa mengharuskan setiap perangkat terhubung langsung ke Gerbang.

Tag, beacon, dan sensor yang dipasang pada aset mengirimkan data ke Anchor terdekat. Anchor kemudian meneruskan informasi ini melalui jaringan Mesh ke Gerbang, lalu Gerbang mengirimkannya ke platform GPS-Trace.

Sistem seperti ini biasanya digunakan di gudang, kantor, fasilitas industri, dan lokasi tetap lainnya di mana aset perlu dilacak dalam area yang ditentukan.

Berbeda dengan pelacak GPS mobile, Anchor dan Gerbang stasioner biasanya tidak memiliki koordinat GPS sendiri. Karena itu, posisinya harus ditetapkan secara manual di peta atau ditautkan ke zona/lapisan tertentu. Pendekatan ini sangat berguna untuk skenario di dalam ruangan (indoor) atau lokasi tetap, ketika pelacakan berbasis GPS tradisional tidak praktis.

Apa yang Bisa Dilacak:

  • Lokasi aset yang dilacak – ditentukan berdasarkan posisi Anchor
  • Data telemetri dari sensor (suhu, kelembapan, pergerakan, dll.)

Alur Data: perangkat Mesh → Anchor → Anchor → Gerbang → platform GPS-Trace

Alur data teknologi Mesh

Komponen Teknologi Mobile

Dengan demikian, pelacakan aset BLE dengan Tags memerlukan tiga komponen:

1. Perangkat BLE yang dipasang pada aset

Ini dapat berupa beacon BLE, tag BLE, atau sensor BLE yang dipasang pada peralatan, alat, kontainer, kargo, palet, troli gudang, peralatan medis, unit pendingin, pintu, gerbang, atau komponen kendaraan yang dapat dilepas.

Misalnya, perangkat tersebut dapat dipasang pada alat berat konstruksi, generator, kompresor, kotak peralatan, bagasi, brankas, dan aset bergerak atau bernilai lainnya.

Perangkat seperti ini membantu mendeteksi keberadaan aset di dekat Gerbang, melacak pergerakan dan kondisinya, serta dengan cepat menemukan objek yang dibutuhkan.

2. Gerbang yang menerima data BLE

Gerbang menerima data dari perangkat BLE di sekitarnya dan mengirimkannya ke platform. Gerbang dapat berupa pelacak GPS dengan dukungan Bluetooth, Gerbang BLE stasioner, atau perangkat terhubung lain yang dapat menerima data BLE dan mengirimkannya ke platform melalui jaringan seluler atau koneksi internet lainnya.

3. Platform GPS-Trace dan Tags

Platform GPS-Trace menerima data dari Gerbang. Tags menampilkan aset terpisah yang dibuat dari data perangkat BLE atau parameter Gerbang. Akses ke Tags disediakan melalui dealer dan penyedia layanan yang terdaftar di GPS-Trace Console.

Pemilihan Perangkat Keras Mobile

Saat memilih perangkat keras untuk penyiapan pelacakan aset BLE, banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, termasuk use case, anggaran, ketersediaan perangkat keras di wilayah Anda, kondisi operasional, masa pakai baterai yang diperlukan, dan lainnya.

Rekomendasi berikut dapat membantu Anda mengevaluasi perangkat keras untuk digunakan dengan Tags dan platform GPS-Trace.

Cara Memilih Gerbang

Saat memilih Gerbang, periksa faktor-faktor berikut:

1. Integrasi dengan platform GPS-Trace

Perangkat dan model spesifiknya harus kompatibel dengan platform. Ini dapat diperiksa di situs web kami pada bagian Devices.

2. Dukungan dan kompatibilitas BLE

Pelacak GPS harus mendukung teknologi BLE dan kompatibel dengan periferal BLE yang digunakan.

3. Use Case / Skenario

Pemilihan perangkat bergantung pada tugas spesifik yang perlu diimplementasikan.

Contoh 1 – Pelacakan Aset di Dalam Kendaraan

Pelacak GPS dipasang di kendaraan dan mengumpulkan data dari sensor BLE, tag BLE, atau beacon BLE di dalam atau di dekat kendaraan. Ini dapat mencakup status pintu, suhu di trailer berpendingin, level bahan bakar, atau keberadaan alat, kotak, maupun peralatan.

Contoh 2 – Verifikasi Kehadiran Aset di Lokasi

Pelacak GPS dipasang pada kendaraan yang bergerak di antara beberapa lokasi dan mendeteksi keberadaan aset tertentu saat tiba di lokasi tertentu. Ini dapat berguna untuk melacak alat dan peralatan di lokasi konstruksi, cabang, gudang, dan fasilitas serupa.

Verifikasi kehadiran aset di lokasi

Contoh 3 – Cakupan Area

Pelacak GPS stasioner dipasang di lokasi tetap seperti gudang, toko, kantor, lokasi konstruksi, dll., dan digunakan untuk melacak aset dalam area tertentu.

Dalam skenario seperti ini, beberapa Gerbang BLE mungkin diperlukan untuk memperluas cakupan dan memberikan estimasi lokasi aset yang lebih akurat.

Penggunaan beberapa Gerbang sangat penting terutama di gudang besar, lokasi konstruksi, dan fasilitas industri, di mana sinyal BLE dapat melemah karena dinding, struktur logam, mesin, dan sumber interferensi lainnya.

Selain itu, ketika sebuah beacon BLE terdeteksi secara bersamaan oleh beberapa Gerbang, platform GPS-Trace dapat menganalisis nilai RSSI dan memperkirakan lokasi aset secara mendekati. Hal ini memungkinkan penerapan zoning dan meningkatkan akurasi pelacakan indoor.

RSSI (Received Signal Strength Indicator) menunjukkan seberapa kuat sinyal BLE saat diterima oleh Gerbang. Jika beberapa Gerbang mendeteksi beacon yang sama, membandingkan nilai RSSI dapat membantu memperkirakan zona mana yang paling dekat dengan aset.

Contoh 4 – Pelacakan Kehadiran Multi-lokasi

Beberapa pelacak GPS dapat dipasang di beberapa lokasi sebagai Gerbang stasioner dan digunakan untuk melacak kedatangan, keberangkatan, serta kondisi aset di lokasi tersebut.

Contoh skenario termasuk melacak perpindahan peralatan medis antarbagian rumah sakit atau klinik, melacak keberadaan kunci, kartu akses, palet, forklift, atau peralatan layanan lainnya di gudang tertentu atau pos pemeriksaan.

4. Spesifikasi Teknis

  • Jumlah perangkat BLE yang terlihat secara bersamaan
  • Frekuensi pemindaian BLE (semakin tinggi frekuensinya, semakin cepat pembaruan data)
  • Jangkauan deteksi sinyal BLE
  • Protokol BLE yang didukung dan jenis perangkat / kompatibilitas perangkat keras
  • Kapasitas memori dan kecepatan transmisi data
  • Konsumsi daya dan kondisi operasional, dll.

Contoh produsen yang memiliki perangkat Gerbang yang terintegrasi dengan platform GPS-Trace antara lain:

Produsen Gerbang yang terintegrasi dengan platform GPS-Trace

Cara Memilih Perangkat BLE

Yang pertama, mulailah dengan mendefinisikan tugas yang harus diselesaikan oleh perangkat BLE.

  • Beacon/Tag BLE – perangkat ringkas yang dipasang pada aset, peralatan, atau alat untuk transmisi identifier dan pelacakan keberadaan dalam area cakupan.
  • Sensor BLE – perangkat yang tidak hanya mengirimkan data lokasi, tetapi juga telemetri seperti suhu, kelembapan, pergerakan, status pintu, serta parameter lingkungan atau operasional lainnya.

Saat memilih perangkat BLE, pertimbangkan masa pakai baterai, jangkauan sinyal BLE, kondisi operasi indoor/outdoor, perlindungan terhadap kelembapan, debu, dan suhu, serta ukuran perangkat dan jenis pemasangannya.

Penting juga untuk memeriksa kompatibilitas antara perangkat BLE dan Gerbang. Menggunakan perangkat dari produsen yang sama biasanya lebih disarankan karena mempermudah penyiapan dan membantu menghindari masalah kompatibilitas. Namun, perangkat dari produsen berbeda juga dapat bekerja bersama jika mendukung protokol BLE yang sama.

Kami merekomendasikan memilih perangkat BLE yang mendukung protokol standar seperti iBeacon dan Eddystone, karena hal ini membuat integrasi dengan berbagai Gerbang menjadi jauh lebih mudah.

Perlu juga dipahami sejak awal bagaimana perangkat BLE dikonfigurasi. Misalnya, Teltonika menyediakan aplikasi khusus untuk mengonfigurasi perangkat BLE.

Contoh produsen perangkat BLE antara lain:

Produsen perangkat BLE

Contoh Use Case dengan Perangkat Keras Queclink

Skenario dan GerbangPerangkat BLE
Pelacakan Kendaraan Berat dan Trailer

GV620MG
Pelacak GPS rugged tingkat lanjut yang dirancang untuk kendaraan berat, trailer, dan operasi armada dengan dukungan BLE.
WID330 — beacon BLE untuk melacak alat konstruksi dan peralatan yang lebih kecil

WTH301 — sensor suhu dan kelembapan BLE untuk trailer berpendingin dan pelacakan kargo

WMS301 — sensor magnetik BLE untuk deteksi buka/tutup pintu

DR300 — perangkat identifikasi pengemudi BLE

WRL300 — relay / immobilizer BLE untuk keamanan kendaraan
Pelacakan Peralatan dan Sepeda Motor

GV57CEU
Pelacak GPS ringkas tahan air untuk sepeda motor, kendaraan kecil, dan armada peralatan dengan konektivitas BLE.
WID330 — beacon BLE untuk alat dan peralatan portabel

WTH301 — pelacakan suhu dan kelembapan

WMS301 — pelacakan status pintu dan aset

DR300 — identifikasi pengemudi

WRL300 — fungsi immobilizer dan anti-pencurian
Manajemen Kontainer / Aset

GL601CEU
Pelacak GPS nirkabel bertenaga surya yang dirancang untuk kontainer dan pelacakan aset otonom.
Perangkat ini TIDAK mendukung aksesori berkabel seperti DR300 atau WRL300.
WID330 — beacon BLE untuk boks kargo dan aset bergerak

WTH301 — pelacakan suhu dan kelembapan di dalam kontainer

WMS301 — pelacakan buka/tutup pintu kontainer

Kesimpulan

Pelacakan aset berbasis BLE dapat digunakan untuk alat, peralatan, kargo, inventaris, trailer, dan banyak aset lainnya. Kombinasi perangkat keras yang optimal bergantung pada skenario deployment, cakupan yang diperlukan, masa pakai baterai, kondisi lingkungan, serta kompatibilitas dengan platform. Dengan memilih kombinasi Gerbang dan perangkat BLE yang tepat, organisasi dapat membangun solusi pelacakan aset yang skalabel dan hemat biaya menggunakan GPS-Trace dan Tags.